REVITALISASI Oleh Dr. M Bakrun.MM Direktur Pembinaan SMK

By Team TKJ SMK Yosonegoro 28 Mar 2019, 17:10:47 WIB
REVITALISASI Oleh Dr. M Bakrun.MM Direktur Pembinaan SMK

Pendidikan vokasi yang dituangkan dalam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini memasuki babak baru. Munculnya Intruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK menjadi dongkrak pendidikan vokasi di negeri ini.

Keluarnya Inpres mengenai revitalisasi SMK ini bertujuan untuk membawa perubahan besar kepada SMK di Indonesia menjadi SMK yang lebih baik dan lebih berkompenten. Sehingga nantinya SMK yang ada di Indonesia dapat menciptakan tenaga kerja menengah yang unggul dan trampil dalam bidangnya.

Penekanan dari Intruksi Presiden Nomor 9 tahun 2006 ini adalah memperbaiki system pendidikan vokasi yang memiliki lulusan berkarakter dan berkompeten. Inpres ini merupakan salah satu bagian dari progam Nawa Cita yang diusungkan oleh presiden Joko Widodo.

Progam Revitalisasi SMK ini terdiri dari peningkatkan sarana dan prasaran sekolah serta indentifikasi dari standar isi kurikulum. Hal ini menyelaraskan dengan kebutuhan industri yang nantinya bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja terampil tingkat menengah.

Selain melakukan revitalisasi pada kurikulum dan sarana dan prasarana, pada progam revitalisasi ada juga peningkatkan kinerja guru. Hal ini bertujuan untuk memperlancar dan mendukung suksesnya progam revitalisasi SMK di Indonesia.

Khusus untuk guru yaitu para guru yang mengajar di SMK harus menjenjang pendidikan formal minimal S1 atau D4. Tidak hanya pendidikan formal, tetapi dalam pendidikan ketrampilan juga ada. Para guru diadakan training untuk mengetahui kebutuhan industri seperti apa. Semua guru yang mengajar di SMK sudah memenuhi kriteria guru profesional yaitu para guru yang lulus pada Uji Kompetensi Guru (UKG).

Progam Revitalisasi ini juga menyelaraskan dengan kebutuhan industri. Hal ini bertujuan agar para siswa dapat menyesuaikan diri dengan industri sesuai dengan keterampilannya. Selain itu, tambahan be